LONDON – Pasangan ganda campuran muda Indonesia, Wahyu
Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, gagal menyusul seniornya, Berry
Angriawan/Ricky Karanda untuk menggelar All-Indonesian Final di London GP Gold
tahun ini. Wahyu/Ade menyerah dari duet Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Wahyu/Ade yang sempat juara di Iran Fajr International
Challenge beberapa waktu lalu itu harus mengakui keunggulan Boe/Mogensen dengan
dua set langsung, 14-21 dan 13-21. Dari angka itu saja sudah sedikitnya terbaca
bahwa Wahyu/Ade masih (mutlak) kalah kelas.
Hal itu pun diungkapkan asisten pelatih ganda putra,
Aryono Miranat, setelah mengevaluasi sejumlah kekurangan anak-anak asuhnya itu,
mulai dari segi teknik sampai kematangan bermain saat tertekan.
“Wahyu/Ade belum bisa mengimbangi permainan Boe/Mogensen.
Mereka kalah matang. Boe/Mogensen bermain tenang, sementara Wahyu/Ade sering
terburu-buru, jadi pengembalian bola-bolanya selalu mengenakkan untuk lawan,”
ungkap Aryono, seperti disitat situs resmi PBSI, Minggu (6/10/2013).
Setidaknya, Wahyu/Ade bisa dibilang mengalami peningkatan
berkala setelah sebelumnya di India Open GP Gold tahun lalu dan Indonesia Open
GP Gold sebelumnya, Wahyu/Ade terhenti di perempatfinal. Kendati begitu, jelas
keduanya masih banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki segala kekurangan
teknik.
“Dari sisi teknik, Wahyu/Ade harus memperbaiki bola-bola
depan dan drive mereka. Tadi banyak sekali pengembalian bola yang tidak
sempurna. Pertahanan juga kurang rapat, tetapi serangan sudah cukup bagus,
mereka sering meraih poin dari serangan yang dilancarkan,” imbuh sang asisten
pelatih.
“Dari segi mental, saya melihat Wahyu/Ade sudah memiliki
rasa percaya diri yang cukup bagus, walaupun masih ada rasa kagok sedikit,”
tutup Aryono.
sumber : http://sports.okezone.com/read/2013/10/06/40/877301/wahyu-ade-mutlak-kalah-kelas
No comments:
Post a Comment