LONDON – Gagal juara lantaran tumbang di final bagi
kebanyakan olahrawan, jelas bukan momen terindah nan memuaskan. Tapi saat Ricky
Karanda Suwardi/Berry Angriawan nirgelar dari London GP Gold, hasil runner-up
sudah dianggap memuaskan buat sang pelatih.
Ricky/Berry yang
sedianya jadi satu-satunya asa Indonesia untuk pulang membawa gelar dari negeri
Ratu Elizabeth II itu, malah harus kandas dan menyerah dua set langsung, 13-21
dan 16-21 dari pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen.
Sang pelatih, Aryono
Miranat beralasan, Ricky/Berry masih minim pengalaman dan kalah di berbagai
segi,: “Ricky/Berry masih kalah pengalaman. Pemain Denmark itu pintar cari poin
di depan net. Ricky/Berry mainnya juga enggak bisa tenang. Pertahanan Ricky juga
kurang rapat dibandingkan lawan.,” ujar Aryono beralasan.
Hal senada dilayangkan
Ricky yang memang mengakui, mereka kalah pintar dari unggulan kedua itu,: “Kami
kurang pengalaman dari Boe/Mogensen. Bisa dibilang, kami juga kalah pintar.
Kami sulit cari angka dan kalau sudah terjadi reli, pasti atmosfer dan
tekanannya jadi ramai,” timpal Ricky, seperti dilansir situs resmi PBSI, Senin
(7/10/2013).
Ricky dan Berry memang
terbilang pasangan anyar, baru disatukan Agustus lalu saat terjadi sejumlah
program “bongkar-pasang” di sektor ganda. Aryono pun sebagai pengasuhnya sudah
mengaku cukup puas – kendati gagal bawa pulang gelar.
“Ricky/Berry kalah bukan
dari sembarang pemain, pasangan Denmark itu sudah senior dan banyak pengalaman.
Berry dan Ricky saya kira juga sudah beri perlawanan. Untuk hitungan pasangan
baru, kami cukup puas dengan hasil ini (runner-up),” tutup Aryono.
sumber : http://sports.okezone.com/read/2013/10/07/40/877617/gagal-di-final-ricky-berry-dianggap-memuaskan
No comments:
Post a Comment